Cara Cerdas II

Hewan satu ini begitu familiar di tengah masyarakat Indonesia. Populasinya seikut serta nadi kehidupan petani pedesaan hingga pinggiran kota. Kambing, dengan berbagai strain-nya menjadi salah satu penyangga kehidupan masyarakat agraris. Namun tak banyak yang tahu, jika dikelola dengan serius, plasma nutfah asli negeri ini mampu mendatangkan keuntungan menakjubkan.

Di perkampungan, populasi kambing sangat mudah ditemui. Hewan yang begitu familiar ini menjadi salah satu hewan peliharaan dengan populasi terbanyak di Indonesia. Banyak diantara petani yang merasa tak lengkap jika tidak memelihara kambing. Pasalnya, sumber makanan utama hewan mamalia ini adalah rumput. Rumput begitu mudah ditemui di hutan, perkebunan, ladang, dan sawah. Sebuah tempat yang saban hari menjadi sumber kehidupan petani.

Beberapa jenis kambing menjadi idola petani-peternak. Gibas-gembel (sejenis biri-biri-red), jawa kacang, jawa randu, jawa admi, dan jenis yang kini menjadi buruan peternak, etawa (PE).

Apapun jenisnya, sebenarnya semua kambing sama-sama menguntungkan. Gibas atau yang biasa disebut wedhus gembel misalnya. Hewan yang berbulu putih _ada sebagian yang berbulu hitam dan loreng_ dengan kecenderungan nggembel ini meski harganya tidak begitu tinggi namun memiliki kelebihan yang tidak dimiliki jenis lain. Meski harganya tidak terlalu tinggi, gibas memiliki kemampuan reproduksi luar biasa. Dalam sekali bereproduksi, ia mampu melahirkan 4 hingga 5 ekor anakan. Ini masih ditambah dengan rentang masa reproduksi yang pendek, hanya 5 bulan. Selain itu, hewan yang mudah digembalakan ini doyan makan apa saja.

Keuntungan lain, percepatan tumbuhnya terbilang unggul. Struktur daging yang lembut dan berbau tidak terlalu menyengat menjadi daya tarik sendiri. Tak pelak jika gibas menjadi idola pedagang sate kambing. Alhasil permintaan stok daging kambing jenis ini semakin bertambah, seiring banyaknya pedagang sate.

Lain lagi dengan jenis kambing jawa -baik jawa kacang, randu maupun admi-red-, meski daya reproduksinya tak terlampau tinggi, namun pejantan kambing ini memiliki nilai jual tinggi, terutama menjelang hari raya Idul Adha. Kecenderungan ini kemungkinan dipengaruhi oleh sosok pejantan kambing jawa yang gagah. Semakin bagus hewan kurban, harganya semakin tinggi. Ini menjadi kebanggaan muslim yang akan beribadah hewan kurban. Jenis jawa biasanya, melahirkan 1 sampai 3 ekor anakan. Namun biasanya betina hanya melahirkan 2 ekor anakan setiap bereproduksi.

Namun kambing ini juga memiliki kelemahan. Dalam setiap kelompok populasi kambing jawa, pasti ada satu kambing yang menjadi pemimpinnya. Kambing pemimpin memiliki kecenderungan galak ke sesamanya. Bahkan, pejantan kambing ini memiliki sifat agresif. Tidak terkecuali dengan manusia, termasuk pemilik yang setiap hari memberinya makan. Makanya, hewan ini tidak mudah digembalakan. Selain itu, hewan ini tidak mudah beradaptasi dengan jenis rumput baru.

Saat ini banyak peternak yang berkencenderungan mencari peranakan etawa (PE). Sebab, selain struktur badannya yang baik, kambing ini adalah penghasil susu kambing terbaik di Indonesia. Alih-alih diambil dagingnya, peternak PE menjadikan susu sebagai produk unggulan penghasil rupiah.

Pakan Alternatif

Ketersedian rumput menjadi primer dalam pemeliharaan kambing jenis apapun. Peternak tradisional biasa mencari rumput (ngarit-red) setiap hari. Menurut mereka, semakin segar rumputnya, kambing akan semakin rakus makan. Dengan demikian, kambing tidak akan kekurangan nutrisi.

Padahal, mencari rumput setiap hari bukan pekerjaan ringan. Makanya peternak tradisional tidak mungkin memelihara kambing dengan jumlah di atas 20 ekor. Pasalnya, persediaan rumput sepanjang tahun fluktuatif. Terutama pada musim kemarau, rumput begitu sulit didapat. Begitu pun ketika hujan turun sepanjang hari, kambing memiliki kecenderungan emoh terhadap rumput basah. Bagi mereka memiliki 5 ekor kambing sudah cukup. Padahal, jika bisa memelihara dalam jumlah banyak, kambing adalah usaha yang begitu menguntungkan.

Penting bagi peternak tradisional untuk mengetahui pakan alternatif yang bisa dibuat massal dan berbiaya murah. Salah satu pakan alternatif berbiaya murah telah dipraktekkan oleh peternak kambing di Gumelar, Banyumas. Di sana, para peternak kambing memiliki jumlah populasi di atas 50 ekor. Sebab mereka bisa membuat pakan alternatif berupa rumput fermentasi dengan bahan dasar murah dan mudah ditemukan di sekitar kita.

Pakan dibuat dengan bahan dasar rumput yang biasa diberikan kepada peliharaan. Misalnya daun jagung, kacang, daun ketela, jerami, dan rumput-rumput gulma lain yang biasa dijadikan pakan. Bahan lain adalah gula kelapa dan garam dapur berkalsium serta air bersih. Dalam setiap pembuatan 1 ton pakan, diperlukan gula 1 kilogram dan 300 gram garam berkalsium.

Bahan dasar ini dicacah hingga serupa potongan-potongan kecil. Gula dan garam dicampur dalam air. Lalu, rumput yang sudah dicacah ini digelar dan langsung disiram dengan air yang sudah diberi adukan gula dan garam hingga kadar air mencapai 70 persen.

Aduk bahan-bahan ini hingga rata bercampur. Lalu masukkan bahan makanan ke tong-tong plastik kedap udara selama 3 minggu. Setelah 3 minggu, makanan alternatif ini sudah bisa diberikan kepada kambing. Pakan siap pakai ditandai dengan melembeknya batang-batang keras pada daun. Batang yang sebelumnya keras ini setelah difermentasi selama 3 minggu jadi lembut. Pakan alternatif ini bisa bertahan hingga 6 bulan tanpa ada perubahan bau dan rasa.

Cara pemberian makanan sama saja dengan pemberian makanan pada cara tradisional. Pakan diberikan dalam jumlah secukupnya, sesuai dengan kebutuhan kambing. Tiap kali mengambil pakan, tong ditutup kembali agar kekedapan wadah bisa tetap terjaga.

Keuntungan pakan alternatif ini adalah mudah pembuatannya, murah bahannya, dan tidak terbatasnya persediaan sumber makanan sepanjang tahun. Selain itu, dalam setiap kali pembuatan bisa dipakai selama 6 bulan tanpa pembuatan pakan lainnya. Struktur pakan yang lembut juga menjadikan pakan fermentasi ini cocok untuk segala umur.

Dalam pemberiannya, pakan bisa diberikan pakanan dari jenis lain. Misalnya dedak, ampas tahu, ketela pohon, dan daun-daun segar yang tersedia. (rid-fw)

SUMBER :

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s