Evaluasi

seberapa Efektifkah diri….??.

adalah pertanyaan sederhana, yang kadang keluar dari pikiran. namun jarang sekali untuk diteliti apa yang dimaksud dengan pertanyaan itu. jadi teringat dengan ilmu manajemen yang biasa dipelajari dari beberapa buku manajemen . bahwa untuk menilai kemajuan diri maka seseorang harus tahu tentang dirinya. begitu pula dengan ilmu tasawwuf atau ajaran sufi yang banyak bertebaran dalam buku buku.

efektifitas diri menjadi faktor penting kesuksesan seseorang dalam menjalani sesuatu ,  perusahaan akan menjadi sukses saat perusahaan itu berhasil mengefektifkan organisasi didalamnya. dan efektifitas sendiri bertafsiran luas dan relatif. seorang siswa kelas satu dengan sisiwa kelas 5 tentu ukuran efektifitasnya berbeda. maksudnya efektifitas dipengaruhi oleh pengalaman dan ilmu seseorang berdasarkan keadaan lingkungan.

kesuksesan yang dicapai seseorang : hukum Efektifitas menjadi faktor penunjang pentingnya. karena tak ada kesuksesan yang dapat diraih tanpa ada hukum efektifitas…??

menilai diri hari ini, dengan tolak ukur efektifitas adalah hal bijak yang bisa dilakukan seseorang. karena semakin efektif seseorang maka semakin mudah dia meraih sukses.

jadi teringat cerita seorang teman yang bercerita saat dia kuliah katanya dosennya “bahwa seorang korea itu, dapat melakukan 4 pekerjaan orang indonesia dengan waktu yang sama…” wow..!! berarti kalau dibandingkan dengan orang INdon mereka satu banding empat. pertanyaan tentu kenapa sampai begitu. maka akan kembali lagi pada pengetahuan dan pengalaman seseorang didaerahnya. dan tentu Hukum EFEKTIFITAS berperan penting dalam perbandingan itu.

tentu saja hukum efektifitas tidak mudah untuk dipelajari karena hampir setiap hukum kecuali ALQURAN, dapat berubah. baik untuk hari ini belum tentu baik untuk esok hari….? maka pembelajaran yang berkesinambungan MUTLAK untuk dilakukan.

titik beratnya adalah : seberapa efektifkah dirimu hari ini…??, bisakah untuk lebih Efektif di esok hari : dalam hadis ” barang siapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dia adalah orang yang beruntung….!!” itulah PRINSIP ISLAM. namun sayang..? para muslim sendiri saat ini sudah sibuk dengan dengan kepentingan dirinya sendiri…!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s